Ketahui berapa pH air yang layak diminum oleh manusia menurut WHO

Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya air, tubuh manusia tidak bisa berfungsi dengan baik, sebab air terlibat dalam hampir semua proses biologi di dalam tubuh. Namun, tidak semua air aman untuk diminum, sebab kualitas air sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu tingkat keasaman atau kebasaan air yang diukur dengan pH. Lalu pertanyaannya berapa pH air yang layak diminum oleh manusia?

Untuk memahami lebih dalam mengenai pH air yang layak dikonsumsi, mari kita bahas secara detail apa itu pH air, bagaimana pH mempengaruhi kualitas air, serta standar pH air yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO). Di samping hal itu, artikel ini juga akan mengulas manfaat air dengan pH tinggi, dampak buruk air dengan pH rendah, serta pentingnya menjaga kualitas air minum dan pH air yang layak diminum.

Ketahui Berapa PH Air Yang Layak Diminum Menurut WHO
Ketahui Berapa PH Air Yang Layak Diminum Menurut WHO
Apa itu pH air?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, pertama – tama kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan pH air yang layak diminum. pH adalah singkatan dari Potential of Hydrogen, yaitu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14, di mana nilai pH 7 dianggap sebagai netral. Angka di bawah 7 menunjukkan kondisi asam, sementara angka di atas 7 menunjukkan kondisi basa atau alkali.

Contoh larutan dengan pH rendah yaitu asam lambung dan cuka, yang memiliki sifat asam, sedangkan contoh larutan dengan pH tinggi adalah larutan sabun dan air alkali, yang bersifat basa. Air murni, yang idealnya tidak tercemar oleh zat lain, biasanya memiliki pH netral (pH 7). Namun, air yang kita konsumsi sehari – hari bisa memiliki pH yang bervariasi tergantung pada komposisi mineral, polusi, dan kondisi lingkungan lainnya.

Berapa pH air yang layak diminum?

Menurut WHO, standar air minum yang layak dikonsumsi adalah air yang memiliki pH antara 6,5 hingga 8,5. Rentang pH ini dianggap aman karena berada dalam kisaran yang seimbang antara asam dan basa. Air dengan pH dalam rentang ini umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Kenapa pH air yang layak diminum ini penting? Karena jika pH air terlalu rendah (terlalu asam) atau terlalu tinggi (terlalu basa), air tersebut dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan air minum memiliki pH yang sesuai dengan standar yang direkomendasikan.

Kenapa penting untuk memperhatikan pH air?

pH air dapat mempengaruhi kualitas air secara keseluruhan, termasuk rasanya dan dampaknya terhadap kesehatan. pH air yang tidak sesuai dengan standar bisa menjadi tanda adanya kontaminasi atau polutan berbahaya dalam air tersebut. Air yang terlalu asam atau basa juga bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pipa dan peralatan rumah tangga. Selain itu, air yang terlalu asam atau terlalu basa bisa berdampak negatif pada tubuh manusia, terutama jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Air yang bersifat terlalu asam dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi dan iritasi pada saluran pencernaan. Sebaliknya, air yang terlalu basa mungkin terasa tidak enak dan sulit diminum, serta bisa mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh. Oleh karena itu, menjaga pH air tetap dalam rentang yang aman sangatlah penting.

Manfaat air dengan pH tinggi

Belakangan ini, air alkali (air dengan pH tinggi, biasanya di atas pH 7) menjadi populer karena diklaim memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan air alkali:

  1. Menetralisir asam dalam tubuh

Salah satu manfaat utama air alkali adalah kemampuannya untuk membantu menetralkan kelebihan asam dalam tubuh. Kondisi tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti asam lambung tinggi atau acid reflux. Air alkali dipercaya dapat membantu mengatasi gejala – gejala tersebut dengan cara menetralkan asam berlebih dalam sistem pencernaan.

Selain itu, beberapa orang percaya bahwa dengan mengonsumsi air alkali, tubuh akan menjadi lebih seimbang secara pH air yang layak diminum yang berpotensi membantu mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh keasaman tubuh yang tinggi.

  1. Kaya akan antioksidan

Air alkali juga dipercaya mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan air biasa. Antioksidan adalah senyawa yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan penuaan dini dan penyakit kronis. Oleh sebab itu, mengonsumsi air alkali yang kaya akan antioksidan dapat memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  1. Hidrasi yang lebih baik

Air alkali diklaim dapat menghidrasi tubuh lebih efektif dibandingkan dengan air biasa. Ini karena air alkali memiliki ukuran molekul yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diserap oleh sel – sel tubuh. Dengan demikian, air alkali diyakini dapat memberikan efek hidrasi yang lebih cepat dan efisien, yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi optimal berbagai organ tubuh.

  1. Membantu detoksifikasi tubuh

Proses detoksifikasi adalah mekanisme tubuh untuk membuang zat – zat beracun dan limbah metabolisme. Air alkali diklaim dapat membantu proses ini dengan meningkatkan fungsi organ-organ detoksifikasi seperti hati dan ginjal. Dengan mengonsumsi air alkali secara rutin, tubuh dapat lebih efisien dalam mengeluarkan racun dan limbah yang terperangkap dalam jaringan tubuh.

Efek negatif air dengan pH rendah

Sementara air alkali sering dianggap memberikan manfaat kesehatan, air dengan pH rendah (kurang dari pH 6,5) justru bisa menimbulkan dampak negatif jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat mengonsumsi air dengan pH rendah:

  1. Kerusakan gigi

Air dengan pH rendah memiliki sifat asam, yang dapat merusak enamel gigi, yaitu lapisan pelindung terluar gigi. Ketika enamel terkikis, gigi menjadi lebih rentan terhadap kerusakan, seperti gigi berlubang dan gigi sensitif. Selain itu, gigi yang mengalami kerusakan akibat asam lebih sulit untuk sembuh, karena enamel tidak dapat memperbaiki dirinya sendiri.

  1. Iritasi lambung

Air yang terlalu asam juga dapat mengiritasi lambung dan saluran pencernaan. Kondisi ini dapat memperburuk gejala asam lambung atau gastritis. Asam yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk rasa nyeri di lambung, mual, hingga muntah.

  1. Rasa yang tidak enak dan risiko dehidrasi

Air yang terlalu asam cenderung memiliki rasa yang kurang enak, sehingga membuat orang enggan untuk minum air dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, seseorang bisa mengalami dehidrasi, yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti kelelahan, sakit kepala, dan kulit kering. Jika dehidrasi berlangsung lama, tubuh bisa mengalami gangguan fungsi organ yang lebih serius.

Bagaimana cara memastikan air yang layak diminum?

Untuk memastikan bahwa air yang Anda konsumsi memiliki pH yang aman, Anda bisa menggunakan alat pengukur pH air. Pengukuran pH air bisa dilakukan secara mudah dengan pH meter atau kertas lakmus. Jika pH air berada di luar kisaran 6,5 hingga 8,5, ada baiknya untuk mencari sumber air lain atau menggunakan sistem filtrasi air untuk menyesuaikan pH-nya.

Selain pH, penting juga untuk memperhatikan kualitas air secara keseluruhan. Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kontaminasi. Oleh karena itu, melakukan pengujian terhadap kandungan mineral dan polutan dalam air sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Sistem penyaringan air atau water purifier dapat membantu memperbaiki kualitas air, termasuk mengatur pH air, menghilangkan bakteri, logam berat, dan zat berbahaya lainnya. Dengan menjaga kualitas air yang kita konsumsi, kita bisa meminimalkan risiko terpapar zat berbahaya dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Mengetahui pH air yang layak diminum adalah faktor penting yang menentukan apakah air layak untuk dikonsumsi atau tidak. Menurut WHO, pH air yang ideal untuk diminum berada di antara 6,5 hingga 8,5. Rentang pH ini mencerminkan keseimbangan antara keasaman dan kebasaan yang aman bagi kesehatan tubuh.

Air dengan pH tinggi atau air alkali memiliki manfaat potensial seperti menetralisir asam tubuh, menghidrasi lebih efektif, dan membantu detoksifikasi. Namun, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, karena tubuh manusia juga membutuhkan keseimbangan pH alami.

Sebaliknya, air dengan pH rendah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan pada gigi, iritasi lambung, dan dehidrasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memeriksa kualitas air yang kita konsumsi dan memastikan air yang kita minum aman dan sesuai dengan standar kesehatan.

Dengan menjaga kualitas air minum, kita tidak hanya melindungi kesehatan kita, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *