Cara mengelola sampah di rumah berikut tips mudahnya
Sebagai makhluk hidup yang mengkonsumsi berbagai produk, manusia akan selalu menghasilkan sampah dalam berbagai wujud, maka dari itu mengelolah sampah yang praktis dan efektif adalah hal yang sangat perlu dilakukan untuk menyikapi sampah, terutama dilingkungan rumah. Rumah sebagai tempat tinggal tidak boleh terpengaruh akibat buruk yang ditimbulkan sampah akibat pengolahan yang tidak baik.
Satu kondisi yang harus dihindari dari dampak buruk sampah adalah bau tidak sedap dari tempat sampah yang menyebar di sekitar rumah sampai ke dalam rumah. Selain tidak nyaman mengelola sampah yang buruk bisa mengundang bakteri dan penyakit melalui lalat atau binatang lain yang memicu bau busuk dari tempat sampah.

Mengelola sampah di rumah dengan bijak dapat membantu menyelamatkan lingkungan
Tujuan dari pengelolaan sampah adalah merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan lebih – lebih bisa membuat sampah memiliki nilai ekonomi. Dengan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, Anda dapat membantu meminimalisir dampak sampah bagi lingkungan sekitar.
Sebelum mengerti cara mengolahnya, Anda wajib tahu jenis sampah yang ada dirumah tangga. Ada dua jenis sampah rumah tangga, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah organik berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi, seperti sisa sayur dan buah, sisa nasi, tulang ikan, cangkang telur dan sebagainya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah seperti bungkus snack, kardus, buku – buku bekas, plastik, hingga barang elektronik.
Bila Anda merasa pengelolaan sampah di rumah Anda masih belum maksimal, berikut langkah – langkah cara mengelola sampah di rumah yang bisa Anda praktekan.
- Pisahkan tempat sampah organik & anorganik
Pemisahan sampah dalam dua kategori organik dan anorganik dapat memudahkan Anda saat akan membuang atau mengelola sampah dengan cara lain. Pastinya, memisahkan sampah akan lebih praktis, mengingat sampah organik mudah busuk dan apabila bercampur dengan sampah anorganik akan merepotkan, berujung pada bau tidak sedap dalam rumah.
Bila sudah dipisahkan, sampah organik bisa langsung digunakan untuk membuat pupuk kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang atau digunakan untuk kepentingan lain. Selain dua kategori ini, Anda juga perlu memisahkan sampah bahan berbahaya (baterai, barang elektronik rusak, wadah tinta printer, dan bahan kimia lainnya) untuk dibuang sesuai dengan instruksinya agar tidak merusak lingkungan.
- Jalankan prinsip 3R
Langkah ini merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah anorganik yang didaur ulang. 3R terdiri dari reuse (penggunaan kembali), reduce (mengurangi), dan recycle (mendaur ulang). Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan prinsip ini, misalnya menggunakan botol air mineral bekas sebagai pot untuk menanam tanaman.
Bawa sampah anorganik yang sudah dipisahkan ke titik-titik daur ulang di lingkungan rumah untuk diserahkan pada ahlinya dan mengurangi konsumsi produk-produk yang menghasilkan sampah.
- Ganti alas plastik sampah menjadi koran atau kardus
Pasti banyak yang bertanya, gimana cara mengganti plastik yang biasa digunakan sebagai alas tempat sampah atau gimana cara membuang sampah yang benar? Saat sampah sudah dipilah dengan benar, maka kita tidak perlu lagi alas plastik. Kita bisa menggunakan koran, kardus, atau bahkan tanpa alas, langsung ke tempat sampahnya.
- Bersihkan tempat sampah secara menyeluruh
Tempat sampah di rumah harus dalam kondisi yang prima. Prima dalam hal ini adalah tidak mengeluarkan bau tidak sedap dan mengganggu seisi rumah dengan. Langkah ini bisa diawali dengan melapisi tempat sampah dengan koran. Selain menghindari sampah-sampah basah, proses pembuangan juga menjadi lebih mudah.
Dan jangan biarkan sampah menggunung. Sampah yang menggunung adalah sumber bau, bakteri, dan penyakit. Buang sampah secara rutin. Setelah dibuang, cuci tempat sampah secara rutin juga untuk semakin menjaga kebersihannya. Bila perlu, Anda juga bisa menggunakan gel anti bau.
- Ubah sampah organik menjadi pupuk kompos
Cara mengelola sampah di rumah tangga berbahan organik yang paling ramah lingkungan adalah menjadikannya kompos untuk berkebun. Kalau Anda tidak suka berkebun, Anda tetap bisa menyumbangkan kompos kepada organisasi yang bergerak di bidang perkebunan, nantinya sampah-sampah ini akan lebih bermanfaat.
- Mendaur ulang sampah anorganik kering
Anda bisa membuat D.I.Y. barang-barang seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng menjadi tempat menyimpan bumbu. Selain itu, Anda juga bisa memilah sampah plastik tertutup seperti botol plastik yang dapat di daur ulang dan sampah plastik terbuka yang jika dihancurkan menjadi biji plastik. Kemudian sampah tersebut diberikan ke bank sampah.
- Memberikan sisa minyak jelantah ke instansi pengolahan minyak
Jangan pernah menuangkan minyak ke saluran pembuangan dapur ya. Minyak sisa yang dibuang di wastafel bisa menyumbat pipa saluran air dan yang lebih buruk bisa mencemari saluran air di seluruh kota. Minyak jelantah ini bisa disumbangkan, dengan sebelumnya didinginkan dan diletakkan ke dalam wadah agar menjadi biodiesel yang lebih bersih. Biodiesel adalah bahan bakar nontoksin dan dapat terurai sehingga dapat menggerakkan mesin mobil sekaligus membantu lingkungan.
- Mengelola sampah berbahaya
Jangan membuang barang berbahaya dan mengandung kimia seperti baterai atau tinta printer ke tempat sampah biasa. Sampah yang mengandung kimia sangat berbahaya untuk lingkungan. Pisahkan sampah jenis ini dan bawa langsung ke pusat daur ulang sampah sehingga bisa dikelola dengan cara yang tepat. Untuk sampah elektronik yang sudah rusak, Anda bisa mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya untuk mereka daur ulang menjadi produk elektronik baru.
- Minimalisir konsumsi plastik atau sampah lainnya
Hal gampang yang bisa banget Anda lakukan adalah kurangi produksi sampah sebisa mungkin. Misal belanja ke pasar bawa tas belanja sendiri, lalu kalau pergi bawa alat makan atau tempat minum sendiri supaya tidak ada plastik yang terbuang. Karena sampah sekecil apapun akan berdampak besar bagi lingkungan.
Berkontribusi terhadap lingkungan bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal kita. Belajar mengelola sampah di rumah tangga tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan tetapi juga bisa mengasah kreativitas dan meningkatkan kepekaan terhadap barang yang di beli. Yuk sama-sama kita ikut serta menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil yang bisa dilakukan, untuk bumi yang hijau dan bersih dari sampah.
