Bagaimana cara mengatur jarak sumur dan septic tank?

Ketika membangun sumur septic tank, Anda diharuskan mengatur jarak antara sumur dengan tangki septic. Alasannya karena septic tank memiliki banyak bakteri patogen yang berbahaya bagi kesehatan. Menempatkannya terlalu dekat dengan sumur air berpotensi membuat air didalamnya menjadi tercemar. Lantas berapa jarak aman dan bagaimana cara mengatur jarak sumur dan septic tank? Berikut ulasannya!

Cara Mengatur Jarak Sumur Dan Septic Tank
Cara Mengatur Jarak Sumur Dan Septic Tank
Jarak aman antara sumur air dan septic tank berdasarkan SNI

Berdasarkan dari SNI 03-2916-1992 yang mengatur tentang spesifikasi sumur galian air bersih, disebutkan jika yang dimaksud sumur gali adalah sarana yang dibuat dengan cara digali dan digunakan untuk menampung air tanah. Sumber air ini minimal mampu memberikan sebanyak 400 liter setiap harinya per keluarga.

Terkait dengan sumur galian tersebut, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi antara lain:

  1. Ketika membangun sumur dianjurkan untuk mengarahkan ke hulu dan memiliki jarak lebih dari 11 meter dengan tangki galian septic tank atau sumber pengotor lain.
  2. Ditempatkan pada area tanah yang berkesinambungan.
  3. Selain itu juga disebutkan jika jarak sumur dengan rumah baiknya lebih dari 50 meter. Jika terlalu dekat dikhawatirkan tercemar bakteri e-coli yang berasal dari septic tank.

Kesimpulannya, semakin dekat jarak septic tank dengan sumur, maka penyebaran penyakit yang diakibatkan bakteri ini akan kian cepat. Dan perlu diketahui jika daerah kontaminasinya bisa mencapai 2 meter bahkan lebih. Jika air yang tercemar dikonsumsi dan digunakan akan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya mulai dari muntah, diare, hingga gangguan gagal ginjal.

Jadi, idealnya sumur harus dibangun minimal 15 meter dari tangki pembuangan atau toilet, untuk menghindari dampak pencemaran septic tank terhadap sumur. Selain itu letaknya juga harus lebih tinggi dari septic tank. Hal ini juga berlaku untuk sumur bor yang biasanya digunakan di area padat penduduk.

Berapa kedalaman tangki septik yang dianjurkan?

Sebagaimana kita ketahui, septic tank haruslah terbuat dari bahan kedap air untuk meminimalisir adanya rembesan ke sekitarnya. Hal ini dinyatakan dalam Permenkes 3/2024 yang berkaitan dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Selain itu disebutkan pula jika bagian tangki tersebut harus memiliki pengolahan limbah dan ditempatkan pada kedalaman 1,5 meter hingga 1,8 meter didalam tanah. Adapun untuk volumenya berdasarkan  SNI 2398:2017 adalah 0,75×1,5×1,5 dengan ambang batas 0,3 meter. Namun semakin banyak penghuni maka volumenya juga akan kian besar.

Berikut rincian volume sesuai dengan banyaknya jumlah penghuni rumah:

  • 5 orang penghuni volume yang dibutuhkan 2,1 meter3
  • 10 orang penghuni volume yang dibutuhkan 3,9 meter3
  • 15 orang penghuni volume yang dibutuhkan 5,8 meter3
  • 20 orang penghuni volume yang dibutuhkan 7,8 meter3
  • 50 orang penghuni volume yang dibutuhkan 19,4 meter3

Ukuran septic tank diatas ditujukan untuk meminimalisir WC yang cepat penuh. Sebagaimana kita ketahui, beberapa WC mungkin akan lebih cepat penuh dan salah satu alasannya karena jumlah penghuninya tidak seimbang dengan besaran volume tangki septik. Selain itu Anda juga perlu mengatur jarak antara upflow filter septic tank dengan sumur air bersih, sumur resapan air hujan atau rumah dan bangunan masing – masing sekitar 15 meter.

Mengatur jarak sumur dan septic tank di lingkungan padat penduduk

Diatas sudah kita ulas tentang jarak aman antara sumur air bersih dan septic tank berdasarkan dari SNI. Lantas bagaimana dengan pengaturan jarak sumur dan septic tank di lingkungan padat penduduk atau rumah tipe RSS? Apakah jaraknya juga harus lebih dari 11 meter? Mengingat lahan yang sangat terbatas di lingkungan RSS tentu membuat sumur sesuai dengan jarak tersebut sangat tidak memungkinkan bukan. Lantas bagaimana solusinya?

Sebelumnya perlu diketahui, terlepas dari aturan SNI 03-2916-1992, kita sering mendengar bahwa jarak aman untuk pembangunan septic tank dan sumur adalah 10 meter. Nah, darimana angka ini didapat?

Angka 10 meter didapat dari perhitungan kecepatan rata – rata aliran air dalam tanah (3 meter/ hari untuk pulau Jawa) dengan bakteri e coli yang hanya memiliki harapan hidup selama 3 hari. Dari perhitungan diantara keduanya didapatkan angka 9 meter (3 meter/hari x 3 hari). Lantas ditambahkan 1 meter lagi sebagai angka pengaman. Sehingga munculah angka 10 sebagai jarak aman antara sumur air bersih dengan septic tank.

Ringkasnya berikut rumus yang digunakan untuk menghitung jarak ideal antara septic tank dengan sumur air bersih:

Jarak ideal = (kecepatan aliran air tanah x masa hidup bakteri) + jarak aman

=  (3 meter/hari x 3 hari) + 1 meter = 10 meter

Pertanyaannya, bagaimana jika mengatur jarak sumur dan septic tank jika tidak ada 10 meter?

Tak perlu risau Anda tak perlu memaksa membuat jarak hingga 10 meter jika memang sudah tidak ada lahan. Alasannya karena tidak mungkin Anda menggunakan lahan tetangga bukan? Meski begitu Anda juga tidak boleh asal ketika membangun septic tank. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Ketahui arah aliran tanah

Ini bisa dilakukan dengan melihat sumur milik tetangga. Caranya, ukur kedalaman 3 sumur tetangga Anda lalu gambar di atas kertas dalam bentuk titik – titik sesuai lokasi tempat tinggal tetangga Anda. Setelah itu buatlah garis yang menghubungkan ketiganya. Berikan notasi kedalaman untuk ketiganya dihitung dari muka air hingga permukaan tanah. Dari sini Anda akan mengetahui mana sumur yang paling dangkal yang menjadi arah aliran tanah.

Setelah itu, tugas Anda adalah meletakkan septic tank kearah yang berlawanan dengan arah aliran air (sumur air mengarah ke septik tank).

  1. Perhatikan kecepatan aliran air tanah

Meskipun arah aliran air sudah ditentukan rata – ratanya (pulau Jawa 3 meter/hari), namun bisa saja setiap daerah memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Tentu saja ini bergantung dari formasi batuan di tiap daerah. Jadi meskipun arah aliran air dari septik tank ke sumur, namun jika kecepatan air tanahnya hanya 1 meter per harinya, maka 4 meter sudah bisa jadi jarak yang ideal berdasarkan dari rumus diatas.

Kesimpulannya, jarak antara septik tank dengan sumur air bersih tidak harus 10 meter namun bergantung dari arah aliran tanah dan kecepatan aliran air tanah di daerah tersebut. Karena kondisi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan formasi batuan di tiap daerah, maka bisa jadi jarak ideal antara satu daerah dan daerah lainnya berbeda.

Selain memahami cara mengatur jarak sumur dan septic tank diatas, Anda juga harus mengetahui kebersihan dan sanitasi lingkungan. Hal ini harus diperhatikan mengingat potensi bahayanya yang sama dengan bahaya kontaminasi dari septic tank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *