Atap seng rumah kelebihan kekurangan serta jenis dan harga
Atap seng telah menjadi salah satu pilihan populer untuk atap rumah, terutama untuk bagian teras. Meski jarang digunakan sebagai atap utama seluruh rumah, atap seng masih digemari banyak orang karena berbagai kelebihannya.
Artikel ini akan mengulas tentang atap seng, termasuk kelebihan, kekurangan, jenis, serta harga per lembarnya.

Pengertian atap seng rumah
Atap seng adalah atap yang terbuat dari material logam yang dipanaskan dan dibentuk sesuai kebutuhan. Biasanya, bentuk atap seng adalah gelombang, balok, atau gerigi. Karena tidak terlalu tebal, atap seng mudah dipotong dan dipasang sesuai kebutuhan.
Kelebihan atap seng
- Tahan karat dan anti gores: Atap seng biasanya menggunakan logam galvalum yang tidak mudah berkarat dan anti gores. Ini membuat atap seng tahan lama meski terpapar cuaca ekstrem.
- Fleksibel dan mudah dipasang: Bahannya yang fleksibel membuat atap seng mudah dipasang dibandingkan jenis atap lainnya. Hal ini tentunya dapat menghemat waktu dan tenaga dalam proses instalasi.
- Ringan dan kuat: Bobot atap seng yang ringan membuatnya mudah diangkut dan dipasang. Selain itu, atap seng tidak mudah pecah dan mampu melindungi rumah dari benturan benda berat yang jatuh di atasnya.
- Mudah didapatkan: Atap seng rumah mudah ditemukan di hampir semua toko material bahan bangunan.
- Ramah lingkungan: Seng mudah dilelehkan pada suhu rendah, sehingga lebih eco-friendly karena bisa didaur ulang.
- Harga terjangkau: Harga atap seng tidak terlalu mahal dan bervariasi tergantung pabrik dan ukuran yang dijual di masing – masing daerah.
Kekurangan atap seng
- Penghantar panas yang baik: Karena seng adalah penghantar panas yang baik, atap seng membuat ruangan mudah pengap dan panas saat cuaca terik. Seng menyerap panas dari sinar matahari dan meneruskannya ke dalam rumah.
- Berisik saat hujan: Atap seng sangat berisik ketika hujan turun. Suara tetesan air hujan terdengar jelas, bahkan ketika hujan tidak terlalu deras, yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah.
- Korosi dan lumut: Jika atap seng tidak dilapisi dengan benar, kemungkinan besar akan mengalami korosi. Selain itu, atap seng juga berpotensi ditumbuhi lumut jika terlalu lembab.
- Rentan terbang saat angin kencang: Karena bobotnya yang ringan, atap seng rentan terbang jika ada badai atau angin kencang.
- Mudah berubah warna: Setelah digunakan dalam jangka waktu lama, atap seng cenderung berubah warna karena terpapar cuaca.
Jenis – jenis atap seng yang dijual dipasaran
Di pasaran, terdapat beberapa jenis atap seng, di antaranya adalah seng gelombang dan seng datar.
- Seng gelombang: Jenis ini adalah yang paling banyak ditemui dan paling populer. Harga seng gelombang terjangkau dan memiliki daya tahan tinggi. Seng gelombang tersedia dalam berbagai ketebalan dan terbuat dari berbagai bahan, mulai dari besi, plastik, hingga galvalum.
- Seng datar: Jenis ini biasanya digunakan pada bangunan bergaya modern karena bentuknya yang mirip dengan atap tanah liat. Meski masih jarang ditemukan di pasaran, seng datar tetap bisa didapatkan di tempat – tempat tertentu yang sesuai.
Berapa harga atap seng per lembarnya?
Jika Anda ingin membeli atap seng untuk rumah, Anda bisa membelinya per lembarnya. Sebagai informasi, harga atap seng berbeda di setiap tokonya tergantung dari kualitas, ketebalan, bahan, dan asal pabrik pembuatannya.
Namun rata – rata harga seng terbaru untuk per lembar gelombangnya dengan ukuran 100 cm dan ketebalan 0,25 mm adalah Rp50.000. Sedangkan untuk ketebalan seng paling tinggi yang mencapai 0,50 mm biasanya di bandrol dengan harga Rp105.000 per lembarnya.
Kapan sebaiknya menggunakan atap seng rumah?
Meskipun tidak dianjurkan untuk dipasang pada seluruh atap rumah karena dapat membuat rumah lebih panas, atap seng tetap bisa digunakan dalam beberapa kondisi tertentu. Beberapa tempat yang cocok untuk atap seng adalah:
- Teras rumah: Teras adalah tempat yang tepat untuk menggunakan atap seng karena tidak akan terlalu mempengaruhi suhu dalam rumah.
- Kolam renang: Untuk area kolam renang, atap seng dapat memberikan perlindungan dari sinar matahari tanpa menambah beban struktur bangunan.
- Garasi rumah yang semi-Indoor: Garasi semi-indoor yang tidak terlalu memerlukan isolasi panas bisa menggunakan atap seng.
Atap seng tidak dianjurkan untuk rumah yang berada di dataran tinggi dengan curah hujan tinggi karena tidak tahan badai dan berisik saat hujan. Namun, di daerah perkotaan, atap jenis ini bisa menjadi pilihan terbaik asalkan penempatannya tepat dan tidak digunakan di seluruh atap rumah.
Menggunakan jasa profesional untuk pemasangan atap seng rumah
Untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya gunakan jasa desain interior atau tukang profesional dalam pemasangan atap seng. Mereka dapat membantu memilih dan memasang atap seng dengan benar, sehingga hunian Anda tetap nyaman dan estetis.
Dengan bantuan profesional, Anda dapat memaksimalkan anggaran dan mendapatkan atap seng terbaik yang sesuai dengan kebutuhan hunian Anda. Mereka juga dapat memberikan saran tentang cara merawat atap seng agar lebih tahan lama dan tetap indah.
Atap seng menawarkan banyak kelebihan, seperti tahan karat, mudah dipasang, ringan, ramah lingkungan, mudah didapatkan, dan terjangkau. Namun, atap seng juga memiliki kekurangan, seperti membuat ruangan panas, berisik saat hujan, rentan terhadap korosi dan lumut, mudah terbang saat angin kencang, dan mudah berubah warna.
Memahami kelebihan dan kekurangan atap seng rumah akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat sebelum membeli dan menggunakannya. Pastikan untuk mempertimbangkan jenis atap seng yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan menggunakan jasa profesional untuk pemasangan yang optimal. Dengan demikian, Anda dapat menikmati keindahan dan manfaat atap seng tanpa harus khawatir tentang masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.
