Kabar terbaru pria petugas ppsu jakarta yang viral nikahi bule austria, ungkap kesedihan karena ini
Begini kabar terbaru Bambang irawan, petugas PPSU Jakarta yang pernah viral menikah dengan bule asal Austria. Pria yang kesehariannya disapa Awan itu mengungkap kesedihannya belakangan ini.
Dirinya merasa sedih sebab tidak bisa berada di samping sang istri saat melahirkan putri kedua mereka. Diketahui, pernikahan Awan dan bule Austria yang Bernama Arzum Balli sempat menghebohkan dunia maya. Pernikahan beda Negara tersebut mengejutkan publik karena Arzum Balli tulus mencintai pria kenalannya tersebut.
Sampai – sampai keduanya pernah menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Setelah lama tak terdengar kabar terbarunya, bule Turi Bernama Arzum Balli itu ternyata tidak berada di Indonesia. Wanita keturunan Turki ini harus rela menjalani hubungan pernikahan jarak jauhnya dengan sang suami lantaran terhalang pandemi covid-19.

Kemudian Arzum Balli akhirnya kembali ke Indonesia sekitar pada Mei 2022 lalu. Lalu, bagaima kabar terbaru Arzum Balli dan Bambang Irawan petugas PPSU di Jakarta itu sekarang? Dilihat dari Instagram miliknya, Awan dan Arzum Balli nampaknya sudah dikaruniai dua orang putri.
Arzum memperlihatkan potret cantik anaknya yang masih berusia 3 bulan. Arzum melahirkan seorang putri cantik pada bulan Maret 2023 di Austria, tanpa didampingi Awan. Awan juga sempat mengutarakan rasa sedihnya tak bisa berada di sisi sang istri saat dirinya melahirkan. “Rasanya pengen ada di sisi mereka,” tulis Awan.
Sementara itu di YouTubenya, Arzum sempat mengurai hubungannya dengan sang suami baik – baik saja. Paling lama akhir tahun, Arzum mengatakan sang suami bakal menyusulnya ke Austria. Saat ini Awan sedang melakukan berbagai persiapan.
“Suami aku ada di Indonesia dan kita masih bersama, kita baik – baik saja. Awan bakal nyusul, dia belajar Bahasa Jerman setelah itu dia harus bikin sim mobil,” kata Arzum Balli. Arzum mengaku membutuhkan bantuan Awan lantaran kesusahan mengurus dua anak seorang diri.
Diketahui sebelum menikah dengan Awan, Arzum sudah memiliki satu orang putri bernama Melody. Saat ini Arzum pun baru melahirkan anak pertamanya dengan Awan yang diberi nama Sora Azumi Irawan.
“Anak aku cewek namanya Sora Azumi Irawan, sora itu dalam bahasa Jepang artinya langit, kalau Irawan ya nama belakang bapaknya,” tutur Arzum Balli.
Kisah asmara sempat viral pria petugas ppsu jakarta nikahi bule austria
Kisah asmara mereka sempat viral 2019 lalu. Bambang, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum atau PPSU (petugas kebersihan di Jakarta) menikahi Arzum, bule cantik berdarah Turki asal Austria.
Kini tiga tahun berlalu pasangan suami istri itu tetap harmonis membina rumah tangga. Saat pandemi Covid-19, Arzum banyak menghabiskan waktunya di Austria. Kini setelah pandemi Covid-19 menurun, Arzum pulang ke Jakarta menemui suaminya.
Tinggal beberapa lama di Jakarta membuat Arzum punya cerita unik. Cerita tradisi hidup berkeluarga di Indonesia yang berbeda dibandingkan di negara asalnya Austria. Kepada kami, bule tersebut bercerita pernah menjadi sorotan warga hanya karena memakai celana pendek.
Mulanya Arzum menjelaskan selama tinggal serumah dengan suaminya di Pondok Labu , ia harus menjaga penampilan agar tak terlalu ‘terbuka’. Sebab, kata Arzum, bisa – bisa dia digunjingkan para tetangga.
“Saya juga harus membiasakan pakaiannya agak tertutup. Biar enggak digosipin. Takutnya orang ngira ‘ini cewek dating – dateng pakai baju begini banget'”, cerita Arzum kepada kami di rumahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Padahal selama hidup di Austria, penampilan Arzum juga tak terlalu terbuka. Di sana, ia mengaku mengenakan baju tak terlalu vulgar. Hanya saja, Arzum kerap mengenakan celana pendek ketika beraktivitas sehari-hari.
Siapa sangka, hal yang dianggap lumrah oleh Arzum malah menjadi sorotan warga. “Kalau di sini, pakai celana pendek saja udah dilihatin orang. Takut digosipin atau apa,” tambahnya.
Takut menjadi bahan gunjingan warga, Arzum akhirnya memilih menyesuaikan pakaiannya. Arzum Balli juga bercerita bagaimana dia kini menjadi sosok ibu rumah tangga yang baik yang patuh pada suami.
Dirinya mengaku tak mudah menjadi ibu rumah tangga. Arzum dituntut harus serba bisa melayani anak dan suaminya. “Jadi ibu rumah tangga itu ternyata susah. Kan sekarang ada Awan, jadi saya harus masakin dia tiap hari, harus bersihin rumah tiap hari,” tuturnya.
Ia belajar cara memasak makanan rumahan kesukaan suaminya itu kepada kakak mertuanya. Sebab, masakan rumahan di sini sangat jauh berbeda dengan masakan Austria. “Saya tiap hari mikir, aduh masak apa ya hari ini. Karena masakan Indonesia beda banget dengan Austria. Dia (Awan) kan suka banget makanan pedes,” lanjutnya.
Untuk belanja berbagai macam makanan, Arzum pergi ke warung sayuran tak jauh dari permukiman. Layaknya emak – emak umumnya di permukiman itu, ia pun berjalan beralaskan sandal jepit membelah gang-gang sempit menuju warung.
“Saya belanjanya di warung, tapi kalau ada kekurangan biasanya saya pergi ke pasar atau minimarket,” tambahnya.
Arzum sering dinyinyirin tetangga
Hampir 12 hari tinggal bersama sang suami di rumahnya yang bersebelahan dengan Kali Krukut, Pondok Labu, Cilandak, Arzum mengalami shock culture alias gegar budaya. Perjuangan dua tahun menabung terbayar tuntas. Rindu dan kangen kepada orang terkasih terbayar.
Bayangkan, empat hari setelah menikah pada 18 Agustus 2019, Arzum harus kembali ke Austria. “Saya kangen, udah main peluk aja enggak peduli orang lain. Awan juga langsung memeluk Melodi,” kata Arzum menceritakan saat bertemu Awan di Bandara Soekarno-Hatta.
Sangat jauh berbeda dengan lingkungan yang individualis, Arzum Balli perlahan mulai menikmati budaya di Indonesia termasuk omongan tetangga. Baru beberapa hari tinggal serumah dengan Awan (panggilan akrab suaminya), Arzum mendapatkan komentar miring.
“Kalau sama tetangga – tetangga, jujur saya agak gimana ya. Kaget banget sih dengar omongannya,” kenang Arzum. Omongan mereka menyoal fisiknya yang tak seperti pertama kali dilihat ketika pesta pernikahan di rumah Awan pada 2019 lalu.
Manusiawi, Arzum pun merasa agak jengkel karena omongan tetangga menjurus ke body shaming. Begitu berlangsung beberapa hari. Awalnya cuma biasa, tapi lama kelamaan sakit hati juga.
“Kalau (tetangga) lewat mereka sering bilang, ‘kamu gendutan ya sekarang’. Hal itu yang membuat saya yang awalnya biasa, tapi karena tiap hari dikomenin begitu jadi tersingung,” lanjutnya. Padahal, dirinya telah berusaha menurunkan berat badannya itu.
