Mengatasi wastafel tersumbat tanpa bongkar

Wastafel merupakan salah satu benda yang cukup istimewa di rumah. Biasanya wastafel dipakai untuk cuci tangan, mencuci barang-barang hingga untuk menggosok gigi. Wastafel tersebut harus selalu berada dalam kondisi normal agar bisa membuang air sisa cucian secara lancar. Jika wastafel tersumbat tentu akan mengganggu kenyamanan maupun aktivitas Anda. Tak perlu khawatir, Anda bisa mengatasi wastafel tersumbat tanpa bongkar dengan menggunakan beberapa bahan yang ada di sekitar Anda.

Mengatasi Wastafel Tersumbat Tanpa Bongkar
Mengatasi Wastafel Tersumbat Tanpa Bongkar
Cara memperbaiki wastafel tersumbat tanpa bongkar

Bagi Anda yang saat ini memiliki masalah dengan wastafel yang tersumbat, mungkin Anda merasa tidak tahan melihat air serta kototan yang menumpuk di wastafel. Hal ini membuat Anda segera memanggil tukang reparasi agar membongkar wastafel tersebut. Padahal masalah wastafel yang tersumbat bisa Anda atasi sendiri tanpa harus membongkar dan memanggil jasa reparasi.

Berikut ini beberapa cara mengatasi wastafet yang tersumbat tanpa perlu bongkar yang bisa Anda terapkan.

  1. Air mendidih

Cara mengatasi wastafel tersumbat tanpa bongkar bisa dilakukan dengan menggunakan air mendidih. Cara ini tidak hanya murah tetapi juga mudah karena Anda hanya perlu menyiapkan air mendidih lalu masukkan ke dalam teko. Masukkan air mendidih tersebut pada wastafel lalu tunggulah beberapa saat. Jika wastafel masih saja tersumbat, sebaiknya masukkan lagi air mendidih tersebut ke wastafel dan tunggu kembali beberapa saat. Untuk hasil yang optimal, sebaiknya terapkan cara ini hingga beberapa kali.

  1. Sampah wastafel

Sebelum memakai beragam jenis cara untuk mengatasi watsfel tersumbat yaitu dengan memeriksa saluran wastafel untuk memastikan apakah ada sampah atau tidak yang menyebabkan tersumbat. Jika terdapat sampah di saluran wastafel, bersihkan saluran tersebut dari sampah agar aliran air menjadi normal dan lancar kembali.

  1. Garam dan Air

Untuk mengatasi wastafel tersumbat tanpa bongkar, Anda bisa menggunakan garam dan air panas. Caranya, buanglah sisa air dari wastafel kemudian masukkan setengah gelas garam dapur ke wastafel. Diamkan selama beberapa menit dan siram memakai air panas untuk mengatasi masalah sumbatan di wastafel tersebut.

  1. Cuka dan baking soda

Sebelum menerapkan cara ini, sebaiknya buang terlebih dahulu air yang menggenang di wastafel. Kemudian barulah masukkan satu gelas baking soda serta satu gelas cuka. Larutan dari dua bahan tersebut akan memunculkan buih tetapi saat gelembungnya berhenti segera diamkan selama kurang lebih 15 menit. Kemudian tuang air panas dan amati sumbatan pada wastafel semakin berkurang atau tidak. Ulangi cara ini hingga beberapa kali sampai sumbatan benar-benar hilang.

  1. Baking soda dan garam

Baking soda dan garam merupakan kombinasi yang sempurna untuk menghilangkan sumbatan pada wastafel. Caranya, campurkanlah satu gelas baking soda dan setengah gelas garam. Kemudian tuangkan campuran tersebut ke wastafel tersumbat dan diamkan selama 3-4 jam. Sesudah itu, siram wastafel dengan air mendidih agar sumbatan semakin berkurang. Agar hasilnya maksimal, sebaiknya ulangi cara-cara tersebut beberapa kali.

  1. Plunger

Plunger atau alat sedot WC merupakan alat yang bisa mengatasi masalah sumbatan pada wastafel selain WC. Untuk mengatasi wastafel tersumbat dengan plunger, caranya hampir sama dengan mengatasi WC tersumbat. Silahkan tutup lubang untuk pembuangan air pada wastafel secara rapat menggunakan plunger. Lalu dorong hingga hampir tak ada lagi udara dan tarik atau cabut plunger. Jika Anda sudah mendengar dan melihat saluran sudah bebas mampet lalu siram memakai air panas hingga bersih.

Untuk mengatasi masalah wastafel yang tersumbat, sebaiknya Anda tidak perlu panik dan membongkarnya. Sebab Anda bisa melakukan beberapa cara mengatasi wastafel tersumbat tanpa bongkar yang cukup mudah dan murah. Agar hasilnya cepat terlihat, sebaiknya lakukan cara-cara tersebut beberapa kali secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *