Cara pemasangan urinoir yang baik dan benar

Urinoir atau urinal adalah salah satu teknologi yang dapat diterapkan pada toilet laki-laki di berbagai macam tempat umum seperti restoran, bioskop, mall, kafe dan lainnya. Urinoir biasanya dipakai dalam posisi berdiri dan khususnya dipakai oleh kaum pria.

Cara Pemasangan Urinoir
Cara Pemasangan Urinoir

Perlu diketahui bahwasanya urinoir tidak memerlukan ruang yang besar dibandingkan dengan toilet pada umumnya. Sekarang ini banyak sekali yang mencari cara pemasangan urinoir karena dianggap efisien baik dalam hal perawatan maupun cara membersihkannya.

Panduan cara memasang urinoir yang dapat anda ikuti
  1. Modul urinoir terdiri atas 2 bagian utama yakni unit mekanik dan juga unit control. Pada unit mekanik terdiri atas body yang dibuat dari cast iron serta beberapa bagian pendukung seperti valve utama (On Off), solenoid, leher angsa inlet-outlet dan strainer. Adapun unit sensor Urinoir terdiri atas kaca pengaman sensor, unit sensor+modul, dudukan sensor dan cover. Apabila Anda membeli barang baru biasanya sudah termasuk semua bagian.
  2. Pemasangan urinoir tidak terlalu sulit. Anda harus mempersiapkan jalur pipa inlet utama untuk mensuplay air bersih menuju unit Urinoir. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah pengukuran. Yakni meliputi pengukuran tinggi urinoir berap, lalu di tambah dengan tinggi sensor urinoir. Ketinggian sensor urinoir dapat diperkirakan saja dengan uluhati manusia normal. Antara unit sensor dan unit urinoir bisa diatur sesuai dengan tempatnya karena outlet sensor dibekali dengan selang flexible yang bisa diatur tata letaknya.
  3. Setelah pengukuran sudah selesai, kemudian instal pipa-pipa untuk mensuplay air bersih. Jika pemasangan urinoir ini ditujukan untuk rumah hunian dengan sumber air dari sebuah tandon, maka instalasi bisa memakai pipa PVC. Namun, jika unit Urinoir yang dipasang diperuntukkan untuk gedung dengan tingkat tinggi maka harus memakai pipa besi. Hal ini dikarenakan tekanan yang cukup tinggi dan dikhawatirkan pipa PVC saja tidak akan mampu menahan besarnya tekanan air yang ada. Adapun ukuran pipa adalah ½ inchi karena konektor unit urinoir memakai “leher angsa” dengan ukuran ½ inchi. Catatan : Kita asumsikan bahwa instalasi pipa masuk (inlet) dan juga instalasi pipa buangan (outlet) sudah terpasang di dinding tembok.
  4. Jika posisi box unit urinoir sensor kokoh sudah terpasang pada tembok, maka hal yang perlu Anda lakukan berikutnya adalah memasang inlet berupa pipa lekuk yang mirip seperti “leher angsa” dan dibuat dari kuningan. Silahkan Anda instal dengan panduan dari gambar yang terdapat pada manual book. Umumya panduan tersebut juga disertakan pada setiap pembelian unit Urinoir sensor.
  5. Bagian outlet umumnya dipakai selang yang flexible dengan panjang antara 15 hingga 30 cm sesuai dengan type urinoir. Jika semua bagian mekanik sudah terpasang, selanjutnya adalah memasang bagian baterai pada modul control urinoir. Sesudah itu pasang soket diantara solenoid yang terdapat pada unit mekanik urinoir dengan unit control. Apabila pemasangan Anda benar maka lampu yang terdapat pada modul sensor bisa menyala merah. Cobalah untuk menghadapkan ke arah badan, lalu tunggu sekitar durasi orang kecing. Lalu arahkan sensor ke atas ataupun area terbuka tanpa hambatan tangan, jari atau tubuh. Apabila terdengar bunyi “cethek” dari solenoid maka cara pemasangan urinoir yang Anda kerjakan sudah benar.
  6. Sebelum membuka valve pada tandon air, pastikan untuk menutup dulu valve utama dari unit mekanik urinoir yang ditAndai dengan baut menggunakan obeng min besar. Anda bisa membukanya dengan memutar searah jarum jam. Usahakan untuk tidak terlalu kencang karena dikhawatirkan dapat membuatnya patah mengingat terbuat dari bahan kuningan yang dikenal mudah rapuh.
  7. Jika valve utama sudah rapat, langkah selanjutnya adalah membuka bagian valve tandon supaya air bisa mengalir menuju pipa inlet. Setelah itu, silahkan buka valve utama pada unit mekanik tadi dengan berlawanan arah jam secara pelan. Atau bisa juga dengan sedikit demi sedikit hingga air dan udara yang keluar pada bak urinoir mati sendiri.
  8. Langkah terakhir, cobalah untuk mengaktifkan sensor urinoir dengan menghadapkan sensor pada badan kurang lebih selama 30 detik serta arahkan sensor ke atas. Apabila instalasi benar maka ketika sensor diarahkan ke atas, bagian solenoid dapat berbunyi dan air bisa mengalir pada bak Urinoir.

Cara pemasangan urinoir berdiri pun sukses. Beberapa langkah di atas diasumsikan bagi perakit yang sudah terbiasa dalam memasang pipa besi ataupun PVC. Adapun yang perlu diingat adalah ketika penyambungan, usahakan untuk menggunakan seal tape dengan benar dan cukup agar tidak terjadi kebocoran. Sedangan untuk unit mekanik Urinoir tidak memakai seal tape tidak apa-apa karena sudah didukung dengan packing karet.

Demikian sekilas informasi mengenai cara pemasangan urinoir berdiri. Semoga dapat membantu pembaca sekalian dan lebih menambah wawasan tentang pemahaman pemasangan sensor urinoir yang baik dan benar.

One Thought on “Cara Pemasangan Urinoir”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *