Cara membuat tandon air tanam yang mudah serta pemilihan jenis air tandon

Cara membuat tandon air tanam ternyata tidak serumit yang dibayangkan pemilik rumah. Beberapa dari mereka menganggap bahwa menempatkan tandon air di bawah tanah cukup merepotkan. Padahal, mereka pun tidak memiliki kapasitas tempat yang cukup untuk menaruh tandon air di luar ruangan.

Pemasangan yang tepat dengan memperhatikan beberapa faktor penting seperti kelayakan wadah serta saluran pipa yang disiapkan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya kebocoran.  Terlebih apabila nantinya permukaan di atas tangki akan menjadi tempat yang akan mendapatkan beban cukup besar.

Cara Membuat Tandon Air Tanam
Cara Membuat Tandon Air Tanam
Serba – serbi cara membuat tandon air tanam

Pembuatan tandon air tanam tentu memang harus melalui proses yang lebih sulit dibandingkan dengan tandon air yang ditaruh di luar. Namun, banyak keuntungan yang didapatkan. Keuntungan pertama adalah pemilik rumah dapat memaksimalkan ruang. Biasanya, mereka yang tinggal di perumahan memilih untuk membuat tandon air tanam. Sedangkan keuntungan kedua dari tandon air tanam adalah instalasi pipa yang lebih rapi karena tidak terlihat dari luar.

Namun perlu diperhatikan tentang kondisi tanah pada hunian tersebut. Apabila lokasi penanaman tandon tersebut memiliki tanah dengan kandungan air tinggi,  mungkin niat untuk menempatkan tandon di dalam permukaan tanah harus diurungkan. Kecuali pemilik memilih tandon dengan bahan yang kuat dan bukan tandon plastik seperti layaknya tandon air lain.

Untuk kondisi tanah yang mengandung banyak air, pemasangan tangki hendaknya berada diatas permukaan tanah. Karena itulah perlu tenaga berpengalaman untuk melakukan pemasangan tandon air tanam.  Pasalnya, kontraktor dengan spesialisasi khusus dapat memberikan garansi pada pemasangan.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk persiapan tandon air yang ditanam adalah :

  1. Penutup kuat

Pemilik hunian yang menempatkan tandon yang di dalam tanah tentu punya ekspektasi bahwa nantinya rumah mereka terlihat lega dan rapi.  Memang ada beberapa tempat tandon yang akan ditumpuki oleh benda berat di rumah. Karena kemungkinannya besar, maka pemilik rumah harus menyiapkan penutup yang kuat seperti plat besi atau beton bertulang.

  1. Menyediakan lubang udara

Cara membuat tandon air tanam yang tidak boleh ketinggalan adalah Lubang udara atau ventilasi pada tandon air tanam. Air yang digunakan untuk tandon tentunya akan digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak dan air minum terkadang. Tentu, harus ada lubang udara yang dapat mengurangi kans terjadinya kelembaban yang dapat merusak kualitas air.

  1. Prosedur penggalian tanah

Mereka yang memilih untuk menempatkan tandon dengan cara konvensional dengan tangki air terbuat dari plastik, biasanya akan menyiapkan landasan pasir uruk. Minimal ketebalan kurang lebih 10 cm. Tentunya, penggalian tanah harus lebih lebar dibandingkan dengan diameter tangki.  Biasanya, pekerja akan menyiapkan penggalian dengan lebar kurang lebih 20 sentimeter atau lebih dari badan tangki. Untuk ukuran dari permukaan atas tangki ke tanah dapat diperkirakan 10 hingga 15 sentimeter.

Sedikit berbeda apabila tangki dibuat dari batu bata atau beton. Ruang di sekeliling tangki harus lebih luas yaitu kurang lebih 70 hingga 90 sentimeter dari diameter tangki tersebut. Untuk jarak antara permukaan tangki dan tanah kurang lebih 50 sentimeter.  Karena beton atau batu bata memiliki tendensi untuk menyerap air, tentu tandon harus benar-benar dipersiapkan dalam kondisi kering sebelum instalasi dilanjutkan.

Baik tangki plastik atau beton, permukaan dalam harus benar-benar bersih dan kering sebelum dimasukkan ke tanah. Setelah berhasil masuk ke tanah, prosedur sama yaitu instalasi floating valve, pipa hisap dan juga tusen klep. Tentu, lubang udara dan saringan juga perlu ditambahkan.  Lalu pengisian dapat dilakukan. Setelah itu, tanah dapat diuruk sebelum nantinya dipasang penutup dari plat besi atau beton bertulang.

Bagaimana dengan pemasangan tandon air tanam dua tangki atau lebih?

Pemasangan dua tangki atau lebih kurang lebih dilakukan dengan cara yang sama. Biasanya, kontraktor dapat menghubungkan dengan melakukan pengeboran pada lubang-lubang untuk penyambungan pipa. Biasanya, jarak antar tangki minimal 500 milimeter dimana proyeksi pipa harus kurang lebih 200 milimeter ke dalam tangki.

Proses memasukkan tangki tentu lebih rumit karena pekerja harus memasukkan dua atau lebih tangki dalam tanah. Peralatan yang dibutuhkan tentu harus lebih banyak. Terlebih jika tangki dibuat dari beton atau batu bata.

Pemilihan tandon air tanam

Meskipun ada banyak pilihan yang tersedia, bahan terbaik untuk tangki air adalah plastik Polyethylene. Jenis ini ini tidak akan mengalami korosif. Terlebih, bahan tangki ini dirancang untuk penggunaan jangka panjang.   Keuntungan penggunaan tangki bahan plastik polietilen ini adalah karakternya yang tidak berkarat atau mengalami korosi seperti layaknya beton atau tangki dari logam.

Selain itu, tangki plastik lebih ringan serta mudah diinstalasi karena proses pemasangan ataupun pemindahan tidak memerlukan alat berat.  Selain itu, ada pula tangki fiberglass yang juga tahan dari korosi.  Biasanya, pengguna tangki ini adalah pabrik dan bukan pemilik hunian.  Karakternya juga hampir sama dengan tangki Polyethylene.

Cara membuat tandon air tanam tentu tidak semudah yang dibayangkan. Pemilik hunian harus memperhatikan instalasi yang membutuhkan tenaga ahli. Pasalnya, penempatan tandon air juga harus disesuaikan dengan letak septic tank dimana tandon harus ditempatkan cukup jauh dari septik tank.

Selain itu, prosedur pemasangan pipa dan perlengkapan untuk tandon air tanam juga harus dilakukan ahlinya.  Terlebih, kontraktor ahli juga sudah mempersiapkan garansi kepada pemilik hunian apabila terjadi kerusakan atau gangguan pada saluran tandon air tanam yang disebabkan karena kesalahan pemasangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *