Mengapa iklan sedot wc banyak ditempel di tiang listrik?

Iklan di TV dan baliho memang menarik dan dapat membius siapa saja yang melihatnya, tapi bagaimana dengan iklan temple sedot WC yang ditempel pada tiang listrik ? dari segi estetika itu sangat tidak layak bukan. Tetapi dari segi target pasar dan penjualan bagaimana ?

Sampai hari ini mungkin Anda akan bingung dan bertanya kenapa sih iklan pamflet sedot WC harus ditempel di tiang listrik atau ditempel pada tembok rumah ? padahal iklan sedot WC yang ditempel pada tiang listrik ini membuat kotor lingkungan, dan membuat keindahan kota berkurang. kenapa tidak diiklankan di Koran seperti iklan baris pada umumnya ?

Jawabannya mudah, karena jika iklan di Koran harus berbayar dan mempunyai jangka waktu pemasangan, meski itu terbilang murah. Sementara di tembok atau tiang listrik, gratis bebas, dan tidak ada yang menganggu. Masyarakat juga akan mudah melihatnya.

Mengapa Iklan Sedot WC Banyak Ditempel Di Tiang Listrik
Mengapa Iklan Sedot WC Banyak Ditempel Di Tiang Listrik

Seorang mahasiswa bernama Dimas, bahkan meneliti iklan tersebut dengan ilmu pemasaran menurutnya, dalam pembuatan iklan ada konsep yang sering digunakan, yaitu AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Pada intinya metode tersebut memberikan pedoman bagaimana membuat iklan yang dapat membuat konsumen sadar akan produk, menumbuhkan minat dan hasrat, serta mendorong pembelian. “Jika kita lihat brosur sedot WC rasanya penggunaan konsep AIDA belum diterapkan dengan baik.”

Layanan sedot WC sejauh ini juga, tak ada yang pernah meminta toiletnya mampat kan?

“Alasan umum, jika tiba – tiba WC dirumah buntu dan mampet, Anda akan mencari tembok atau tiang listrik terdekat yang ada iklan sedot WCnya, lalu menghubungi jasa tersebut” padahal sekarang ini sudah ada internet yang bisa digunakan untuk memasang iklan sedot WC tanpa harus mengotori lingkungan.

Iklan sedot wc yang ditempel di tiang listrik merusak estetika

Pada satu kesempatan, Jokowi pernah marah karena pamflet iklan sedot WC. Saat itu, ia masih menjabat Gubernur Jakarta, tepatnya pada 2013 lalu. Ia bahkan mengancam akan mempolisikan pemilik usaha sedot wc jika tidak tertib.

“Yang usaha kuras WC, itu satpol PP panggil itu. Itu sudah mengotori, bisa dipolisikan,” kata Jokowi, Senin (11/4/2013), dikutip dari kompas.com.

kalau diulang lagi, langsung polisikan. Ini merusak aset kita,” ungkapnya. “Boleh saja pasang, tapi tidak di sembarang tempat. Kita yang punya kota,” ujar Jokowi dengan nada tinggi.

Ia meminta satpol PP dan pemilik aset yang ditempeli pamflet menanggapi arahannya dengan serius. “Saya nggak bisa terima yang ini,” ujarnya dengan raut muka seius. Saat itu, Jokowi memang menilai, iklan wc merusak estetika kota dan harus ditindak tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *