Sanitasi berdampak besar bagi kesehatan ini manfaat dan cara meningkatkannya
Sanitasi adalah peralatan atau perangkat dan sistem untuk menjaga kebersihan di suatu wilayah. Khususnya yang berhubungan dengan pembuangan limbah manusia (urine dan feses). Kondisi sanitasi yang buruk dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan individu hingga masyarakat luas.

Organisasi kesehatan dunia WHO menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk dikaitkan dengan penularan penyakit berbahaya, seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus hingga polio. Kondisi seperti ini juga dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi pada anak. Lebih jauh lagi, kondisi sanitasi yang buruk juga dapat berkontribusi pada penurunan kesejahtraan, bahkan sampai mengganggu perkembangan sosial dan ekonomi.
Manfaat meningkatkan sanitasi
WHO sebagai organisasi kesehatan dunia mencatat 432.000 kematian terjadi akibat diare setiap tahunnya karena sanitasi yang buruk. Kondisi ini juga merupakan faktor utama mewabahnya penyakit tropis yang terabaikan, seperti skistosomiasis, cacingan dan trachoma. Sanitasi rumah yang buruk juga berkontribusi pada malnutrisi. Atas dasar inilah kondisi sanitasi harus dijaga dengan baik dan ditingkatkan. Khususnya di daerah – daerah terpencil dan daerah yang kurang memiliki kesadaran akan pentingnya sanitasi. Berikut adalah sejumlah manfaat dalam meningkatkan sanitasi rumah :
- Mengurangi penyebaran cacing usus, skistosomiasis, dan trachoma
- Potensi pemulihan air, energi terbarukan, dan nutrisi, khususnya dari pencemaran limbah manusia (feses).
- Menurunkan risiko diare dan tingkat kematian akibat diare
- Mengurangi keparahan dan dampak malnutrisi
Studi WHO juga menunjukkan bahwa investasi pada sanitasi dapat memberi manfaat berupa:
- Biaya kesehatan lebih rendah
- Produktivitas lebih tinggi
- Menurunnya angka kematian dini.
Dari segi kemanusiaan, manfaat meningkatkan sanitasi adalah meningkatkan kesehatan dan keselamatan. Khususnya di kalangan balita dan anak – anak. Peningkatan sanitasi bahkan dapat meningkatkan kesehatan bagi anak – anak dan menghindarkan dari bahaya kekurangan gizi.
Cara meningkatkan sanitasi di suatu tempat atau daerah
Berbaga cara untuk meningkatkan sanitasi umumnya terkait dengan beberapa aspek esensial berikut ini:
- Peningkatan kesadaran indvidu dan masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang baik.
- Peningkatan kualitas air dan akses pada air bersih.
- Pengadaan toilet yang dapat diakses orang banyak.
Sementara, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sanitasi adalah sebagai berikut:
- Membangun (atau memperbaiki yang sudah ada) fasilitas sanitasi dengan menyediakan toilet dan kakus yang dapat berfungsi dengan baik, serta dialirkan ke saluran pembuangan yang aman.
- Membangun toilet umum yang dapat diakses oleh orang banyak dengan fasilitas memadai.
- Penempatan toilet umum harus diprioritaskan di tempat-tempat dengan risiko penularan penyakit yang sangat tinggi jika sanitasi tidak terjaga, seperti pasar, stasiun kereta, terminal bus, dll.
- Membuat toilet umum tidak berbayar (gratis) dengan kondisi layak dan baik sehingga lebih mudah dan dapat diakses oleh penduduk secara luas.
- Mengatur pembersihan dan pemeliharaan toilet secara rutin dan teratur.
- Menerapkan sistem pemanenan air hujan (PAH) untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk minum atau mengisi ulang akuifer bawah tanah.
- Salah satu yang juga penting untuk sanitasi adalah membangun sumur untuk mengekstraksi air tanah dari akuifer bawah tanah.
- Menyediakan kemampuan pengolahan air rumahan untuk membuat air minum aman baik melalui penggunaan filter, disinfektan matahari, atau flokulan.
- Mempromosikan solusi berbiaya rendah untuk meningkatkan kualitas air, misalnya dengan penggunaan klorin.
- Kampanyekan kebiasaan menjaga kebersihan yang baik melalui pendidikan. Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir dapat mengurangi kasus diare hingga 35 persen.
- Menyediakan tempat mencuci tangan yang memadai dan berfungsi dengan baik di toilet umum serta berbagai tempat lain, khususnya saat epidemi.
- Kampanye peningkatan kesadaran untuk mendorong masyarakat agar tidak buang air besar di atau dekat sumber air bersih.
- Meningkatkan kesadaran untuk menutup kotoran setelah buang air besar.
Dengan melakukan berbagai cara meningkatkan sanitasi di atas, kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dapat meningkat dan penyakit-penyakit menular yang berbahaya bisa dihindari.
