Kok bisa swiss urus wc di danau toba? begini penjelasan menko luhut
Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri coordinator bidang Kemaritiman dan Investasi memberikan penjelasan mengenai penunjukan perusahaan asal Swiss yang akan membangun 25 WC di kawasan wisata Danau Toba, Sumatra Utara. Menurutnya, pemerintah tidak mengkhususkan proyek pembangunan toilet di danau Toba tersebut hanya boleh dikerjakan perusahaan asing saja.
“Sebetulnya ada beberapa, buat kita sebetulnya yang mana saja. Saya bikin sebenarnya Mister Loo, itu satu dari beberapa pilihan. Apakah itu akan jadi kita masih belum tahu. Itu kemarin teman saya bilang boleh tidak kami masih boleh masuk saja. Nggak ada masalah,” ujar Bapak Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menjelaskan, pihaknya membuka pintu bagi siapun pelaku usaha yang bisa dan mampu membangun proyek di dalam negeri. Namun, tentunya hasil pembangunan proyek haurs memenuhi standar yang sudah ditentukan dengan target pemerintah. Hal ini tentu saja bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
“Tapi yang jadi masalah adalah ketika orang merasa pangkatnya tinggi nggak perlu ngurus WC. Padahal kalau nggak ada WC coba lah kayak kita datang ke Danau Toba ya kan pusing. Jadi orang nggak mau datang dua kali nanti kesitu,” kata Luhut.
Dia melanjutkan, hingga kini program CSR pembangunan dan pemeliharaan sarana sanitasi di Danau Toba terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan, pembangunan WC di tempat wisata lainnya juga akan dilakukan.
“Jadi sekarang ada proyek CSR dari Pertamina yang akan membuat 25 WC di sana. Nanti juga akan di buatkan juga di Candi Borobudur, dimana saja tempat wisatanya itu harus ada WC nya. Kita mau kontrakin siapa saja, kalau ada perusahaan Indonesia boleh saja, malah lebih baik Kita welcome. Saya juga kaget saat pertama kali tahu dia (swiss) mau investasi di WC,” Tutupnya.
