Cara membuat bak kontrol saluran air yang baik dan benar
Cara membuat bak kontrol saluran air sebenarnya cukup mudah bisa Anda kerjakan sendiri tanpa menggunakan jasa tukang. Bak kontrol ini tidak hanya berfunsi sebagai pelengkap sistem drainase dan sanitasi saja, tetapi juga berfungsi sebagai pengatur saluran pembuangan sehingga dapat mengalirkan air limbah dengan lebih lancar. Ketika terjadi sumbatan pada saluran air Anda tidak perlu membongkar saluran air yang akan membuat biaya perbaikan sangat mahal karena harus membuat ulang saluran air. Jika dirumah Anda memiliki bak kontrol, Anda hanya perlu memperbaikinya melalui bak kontrol ini.

Lantas, bagaimana cara membuat bak kontrol saluran air dengan benar ? mari simak ulasan secara lengkap di bawah ini!
Apa fungsi bak kontrol saluran air?
Bak kontrol merupakan bak berlubang yang berfungsi sebagai penampung saluran drainase untuk pembuangan air limbah rumah tangga maupun industri. Adanya bak kontrol berfungsi untuk memisahkan endapan kotoran dan menjaga saluran pembuangan tetap bersih dari sampah dan aliran air yang mengandung kotoran.
Selain itu, bak kontrol juga berfungsi untuk mempermudah perawatan saluran pembuangan air. Jika terjadi sumbatan pada saluran pembuangan air, Anda dapat melihat benda atau bahan apa yang menyumbat saluran pembuangan melalui bak kontrol ini. yang perlu Anda lakukan hanya membuka tutup bak kontrol dan melihat apakah ada endapan kotoran atau benda lainya yang tersangkut di sana.
Jika tidak ada endapan kotoran yang menyumbat saluran pembuangan di dalam bak kontrol, maka kemungkinan yang terjadi berupa endapan kotoran tersebut masih berada di sepanjang pipa saluran pembuangan. Bak kontrol ini juga berfungsi untuk mempermudah Anda melakukan pembersihan saluran pembuangan. Anda tidak perlu membongkarnya secara total, cukup lakukan pembersihan melalui lubang yang ada di bak kontrol.
Bak kontrol saluran air ini biasanya ditempatkan di setiap ada belokan pipa saluran pembuangan. Jika tidak memasang bak kontrol pada setiap belokan pipa saluran pembuangan, lama – lama kotoran yang melewati belokan akan mengikis permukaan dinding pipa saluran dan meninggalkan endapan kotoran yang bisa menyebabkan penyumbatan saluran air.
Selain di setiap belokan, setidaknya setiap 5 meter panjang pipa saluran pembuangan juga harus di pasang bak kontrol. Hal ini berfungsi agar perawatan pipa saluran pembuangan dapat dilakukan dengan lebih gampang.
Cara membuat bak kontrol saluran air
Untuk memasang bak kontrol saluran air, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
- Gali lubang untuk bak kontrol
Setelah Anda menyelesaikan konstruksi pipa saluran air, Anda harus membuat lubang untuk bak kontrol pada setiap titik belokan pipa atau titik lainnya terlebih dahulu. Pastikan lubang yang digali cukup besar, setidaknya 60 x 60 x 60 cm, untuk memudahkan Anda memasang batu bata merah serta melakukan pengecekan atau perawatan pipa saluran pembuangan tersebut.
- Menyiapkan adonan semen
Setelah menggali lubang untuk bak kontrol, selanjutnya Anda perlu menyiapkan adonan semen untuk memasang batu bata merah di dalam lubang bak kontrol tersebut. Pastikan adonan semen dibuat dengan baik sehingga batu bata merah dapat terpasang dengan baik.
Lubang bak kontrol ini akan sering terkena air, jadi jika Anda tidak membuat adonan semen dengan baik, maka pondasi batu bata merah juga kemungkinan akan cepat rusak. Jika hal ini terjadi, jelas akan sangat merepotkan karena Anda harus membongkarnya ulang.
- Memasang batu bata merah
Setelah menggali lubang dan menyiapkan adonan semen, selanjutnya Anda sudah bisa memulai proses pemasangan batu bata merah. Namun sebelum memulai prosesnya, pastikan Anda menyiram lubang tersebut dengan air terlebih dahulu dan taburkan juga pasir di atasnya. Setelah itu, baru Anda bisa memulai proses pemasangan batu bata merah.
- Memasang pipa pada bak kontrol
Setelah memasang batu bata merah pada bak kontrol, selanjutnya Anda sudah dapat memasang pipa. Pastikan posisi pipa berada di tengah pondasi batu bata merah yang sudah dibuat. Jangan lupa untuk mengoleskan adonan semen di antara kedua sisi pipa yang menempel pada pondasi batu bata merah agar airnya nanti tidak keluar dari pondasi tersebut.
- Memasang batu bata merah kembali
Setelah pipa terpasang, selanjutnya Anda dapat memasang kembali batu bata merah di atasnya. Prinsip dari pemasangan batu bata merah ini sama seperti ketika Anda membuat bak mandi, yaitu selang seling, agar pondasi bak kontrolnya lebih kuat.
Jika batu bata merah sudah dipasang selang seling, selanjutnya Anda perlu melakukan finishing pada pondasi batu bata merah tersebut. Pastikan tidak ada lubang yang tersisa pada pondasi tersebut.
- Menambahkan kerikil pada dasar bak kontrol
Setelah pondasi bak kontrol selesai dibangun, cara membuat bak kontrol saluran air yang selanjutnya adalah menambahkan batu kerikil atau koral pada dasar bak kontrol serta saringan pada kedua lubang pipa. Hal ini dilakukan untuk menahan kotoran agar tidak mengalir keluar dari bak kontrol.
Kotoran yang terdapat pada pipa saluran air harus mengendap di dalam bak kontrol. Maka dari itu, Anda harus secara rutin membersihkan bak kontrol ini agar air yang mengalir ke rumah Anda tidak mengalami bau atau kotor.
- Memasang penutup
Agar bau dari kotoran yang mengendap di dalam bak kontrol tidak menyebar, Anda harus memasang penutup di atasnya. Pastikan juga untuk memasang pegangan di penutup tersebut agar mudah untuk dibuka dan ditutup.
Setelah Anda sudah berhasil membuat bak kontrol pada satu titik, lanjutkan proses yang sama pada titik selanjutnya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada baiknya jika setiap belokan pipa memiliki bak kontrol. Jika saluran air memiliki jarak yang lurus panjang, pastikan ada titik bak kontrol setiap lima meter.
Jika Anda sedang berencana membuat bak kontrol saluran air dan Anda masih belum percaya diri untuk membuatnya sendiri. Anda bisa memanggil tukang untuk membuatnya, gunakan tukang yang sudah berpengalaman di bidang sanitasi. Semoga penjelasan yang kami sampaikan dapat membantu ya!
