Ini alasan orang bule bersih – bersih pakai tisu

Berbicara tentang orang bule bersih – bersih pakai tisu, hal ini tidak bisa dipisahkan untuk tidak berbicara tentang toilet. Toilet diluar negeri seperti di Amerika Serikat atau Eropa pasti terlihat selalu kering, sangat berbeda jika dibandingkan dengan di Indonesia yang selalu terlihat basah, bahkan tergenan air. Itulah yang menjadi alasan cara membasuh buritan atau cebok orang bule setelah buang air kecil ataupun buang air besar menggunakan tisu atau toilet paper untuk membasuhnya, sedangkan orang Indonesia memakai air dan menggunakan tangan kiri untuk cebok.

Wow, tidak usah kaget ternayata orang bule lebih jorok dari kita ya!. Tapi herannya banyak artis – artis di negara kita, kok bangga sampai pamer nikah dengan orang bule. Bangga apa mungkin karena dengan menikah dengan orang bule, gaya hidup pun menjadi naik kelas, karena meniru kebiasaan orang bule, seperti yang sebelumnya cebok pakai air menggunakan tangan kiri, lalu diganti dengan cebok pakai tisu. Kamar mandi pun dialasi menggunakan karpet layaknya ruang tamu.

Ini Alasan Orang Bule Bersih - Bersih Pakai Tisu
Ini Alasan Orang Bule Bersih – Bersih Pakai Tisu

Berita buruk buat artis yang sok-sok pamer punya pasangan bule, perlu diketahui bahwa membasuh dengan tisu setelah BAB atau buang air kecil tidak lebih higienis dibandingkan dengan menggunakan air seperti kebiasaan di Indonesia. Tapi kembali lagi pada sikap artis tersebut, tentu karena cinta, lalu menganggap bahwa cara kaum bule membasuh buritan dianggap paling higienis.

Orang Bule berargumentasi bahwa cebok dengan air itu bisa mengotori lantai toilet dan mengotorkan juga tangan kiri yang digunakan untuk membilas. Stigma ini barangkali pengaruh dari budaya bule, bahwa dikatakan tangan kiri itu adalah tangan yang tercemar, sehingga muncullah larangan bersalaman dengan tangan kiri.

Kalau sekarang orang bule bersih – bersih pakai tisu toilet paper untuk cebok, dulu sebelum diciptakan tisu, mereka memakai apa ya?

Penggunaan tisu dipakai secara meluas  di Eropa pada 1920-an, sebelumnya  orang-orang Eropa memakai corncob? Apa? Bonggol jagung (jagung yang telah dikupas-kupas bulir-bulir jagungnya) dipakai untuk cebok?

Tak usah menarik alis, faktanya memang demikian, awalnya corncob direndam di dalam air abu, kemudian dijemur hingga kering, dan terciptalah bahan yang halus lembut. Bonggol jagung ini lalu diberi tali dan digantung di dekat WC. Bentuknya dibuat rada mirip martil.

Bahkan di era yang lebih jadul lagi, sebelum menggunakan bonggol jagung, mereka sampai tega menjadikan angsa sebagai toilet paper. Selain pakai angsa. Ada juga yang mencoba membasuh dengan kucing berbulu lebat, tetapi resikonya si kucing berontak mencakar kulit. Dibanding pakai kucing, menggunakan angsa lebih ampuh. Caranya; Jepitlah leher angsa di antara bagian selangkangan dan coba rasakan kelembutan bulu juga kehangatan tubuh angsa tersebut.

Sangat aneh bukan? Jadi mungkin saja zaman dulu melihat leher angsa putih berwarna cokelat menjadi pemandangan rutin dan biasa.

Kebiasaan jorok bule yang jarang mandi ditiru banyak orang Indonesia | sumber: baubadan(org)

Membersihkan dengan menggunakan air seperti yang sudah menjadi kebiasaan di Indonesia, jauh lebih bersih daripada menggunakan tisu terlepas toilet jadi basah. Tapi herannya ada juga orang Indonesia, di luar artis yang nikah sama bule mengikuti cara bule ini dengan alasan lebih praktis dan untuk mencegah pemanasan global dengan mengurangi pemakaian air.

Untuk masalah mandi pun, orang Indonesia biasanya mandi sehari 2 kali, karena memang kondisi cuaca di Indoneisa cukup panas sehingga menyebabkan mudah berkeringat dan wajah berminyak. Sementara itu berbeda dengan orang bule cukup hanya dengan mencuci wajah saat akan beraktivitas di luar rumah alasanya cuaca di luar negeri dinggin. Pun saat mereka tinggal di negara tropis yang panas. Tak mengherankan, orang – orang kita yang berpapasan dengan orang bule mengaku dirinya sering mencium bau badan orang bule.

Tidak bisa dipungkiri jika perbedaan iklim dan cuaca memang sangat berpengaruh terhadap gaya hidup seperti kebiasaan jarang mandi orang bule dengan kebiasaan sering mandi orang Indonesia yang bisa mandi 2 kali sehari, bahkan ada yang sampai 3 kali sehari. Namun demikian, ada juga, tetapi tidak banyak, orang bule yang rajin mandi dan baunya wangi.

Yang membuat lucu, kebiasaan jorok, cebok orang bule bersih – bersih pakai tisu justru banyak ditiru oleh masyarakat kita. Ayo ngaku siapa disini yang jarang mandi dan cebok pakai tisu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *