Kesalahan yang jadi penyebab septic tank penuh hingga rawan meledak
Beberapa waktu lalu mungkin Anda mendengar berita yang viral tentang meledaknya septic tank di sebuah rumah di daerah Cakung, Jakarta Timur, yang mana kejadian tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Lalu, bagaimana septic tank bisa meledak? Apakah Anda ingin tahu ? Mari cari tahu peenyebabnya dengan membaca penjelasan kesalahan yang jadi penyebab septic tank penuh hingga rawan meledak di bawah ini.
Perlu Anda ketahui jika kotoran yang mengendap di dalam septic tank diuraikan oleh mikroorganisme. Pada proses penguraian tersebut menghasilkan gas dan uap air. Gas yang dihasilkan adalah gas metana yang memiliki sifat mudah meledak. Proses pembentukan gas tersebut disebut dengan proses anaerobik. Dan gas itu lama – kelamaan akan terakumulasi di dalam septic tank. Untuk itu diperlukan pipa udara pada septic tank untuk membuang gas metana tersebut dari dalam septic tank.

Pada saat proses anaerobik itu terjadi tidak memerlukan adanya oksigen, karena bakteri di dalam septic tank bisa hidup tanpa adanya oksigen. Makanya, itulah alasan mengapa septic tank harus berada di kedalaman tertentu, kedap udara, dan terdapat pipa saluran gasnya. Jika gas metana di dalam septic tank tersebut tersulut api maka bisa menimbulkan ledakan.
Dilansir dari Detik, menurut Neni Sintawardani (Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), septic tank jadi perlu disedot karena kepenuhan, mampet, dan berbau. Itu bisa juga menjadi penyebab insiden septic tank sampai meledak. Maka, bukan septic tank-nya yang diharapkan untuk disedot, tetapi tempat pengumpul tinjanya saja.
Lalu, apa saja kesalahan yang bisa membuat septic tank cepat penuh sehingga perlu sering disedot hingga rawan meledak?
Asal desain septic tank
kesalahan yang jadi penyebab septic tank penuh hingga rawan meledak pertama yaitu asal desain septic tank. Septic tank yang baik seharusnya dirancang dengan memperhitungkan volume jumlah limbah yang dihasilkan oleh penghuni. Sehingga, air limbah yang masuk dan keluar usai proses dekomposisi bisa terjaga secara seimbang. Selain itu, septic tank juga minimal harus terbagi menjadi dua ruangan, yaitu satu sebagai tempat penampungan dan satu ruang lagi sebagai tempat kedap udara untuk bakteri menguraikan limbah. Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, maka akan lebih aman dan stabil. Sehingga, tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering.
Tapi, pada kenyataannya, masih banyak septic tank yang ada di rumah – rumah penduduk yang salah desainnya. Inilah yang harus dijadikan perhatian. Silahkan Anda periksa bagaimana desain septic tank di rumah masing – masing.
Membuang pembersih atau antiseptik ke dalam septic tank
Banyak kasus dimana ada saja yang membuang limbah yang ada cairan pembersih atau antiseptik ke dalam septic tank. Hal tersebut dapat membunuh bakteri pengurai yang ada di septic tank. Sebaiknya jangan dilakukan. Lebih baik, cukup bersihkan toilet dengan sikat dan air.
Pipa udara septic tank tak terpelihara
Dalam beberapa kasus ada pemilik rumah yang tidak tahu lokasi septic tank-nya. Ketika ini terjadi biasanya ventilasi septic tank mereka tidak terpelihara dengan baik dan rawan tertutup oleh sampah, sehingga gas hasil penguraian bakteri menumpuk di septic tank dan tidak ada saluran keluar. Nah, itu lama – lama membuat tekanan gas kuat yang juga bisa meledak.
Bakar – bakar dekat ventilasi
Bahkan, beberapa orang kadang tidak sadar menempatkan sumber api dekat ventilasi septic tank. Hal itu bisa juga dikarenakan ketidaktahuan tempat septic tank-nya. Kalau tahu, sebaiknya hindari jangan melakukan kegiatan bakar-bakar di dekat situ karena ada biogas-nya. Selain itu, sebaiknya larang anak-anak bermain dekat tempat septic tank, apalagi jika mainannya seperti petasan ini sangat berbahaya.
Melakukan sedot wc sampai habis
Kekeliruan berikutnya yang kerap membuat septic tank penuh hingga rawan meledak adalah keliru menyedot limbah septic tank sampai habis. Hal ini bisa membuat bakteri pengurai yang ada didalam septic tank berkurang drastis sehingga membutuhkan waktu lama sampai bisa melakukan tugasnya seperti semula.
Lalu, seperti apa solusi yang bisa Anda lakukan ? Tempat penampungan ini memang memerlukan penanganan khusus supaya tidak membahayakan penghuninya. Untuk melakukan pencegahan, ketika Anda melakukan sedot WC usahakan untuk menyisakan sedikit limbah tinja di dalam septic tank, jangan di sedot sampai habis. Supaya nantinya bakteri tidak hilang dan memerlukan waktu lama menunggu bakteri hidup di dalam septic tank. Dan sebaiknya buat saluran gas yang posisinya jauh dari rumah untuk mengurangi potensi kebakaran dan saluran gas septic tank jangan sampai tertutup agar gas bisa keluar.
Mari sekarang periksa septic tank di rumah masing – masing dan perhatikan jangan sampai kesalahan yang jadi penyebab septic tank penuh hingga rawan meledak, yang disebutkan di atas terjadi. Hal ini demi kebaikan bersama. Semoga informasi ini bermanfaat.
