Jangan buang air bekas cucian pada toilet! bisa membuat septic tank cepat penuh

Toilet yang selalu bersih memang sehat, akan tetapi ketika membersihkannya sebaiknya tikak menggunakan air sembarangan. Membuang air bekas cucian ke dalam kloset dengan tujuan supaya toilet menjadi bersih atau wangi justru akan berdampak buruk bagi kondisi septic tank Anda.

Yang dimaksud toilet di sini adalah WC atau kloset, dan yang dimaksud air cucian adalah air bekas cucian pakaian, air bekas mandi, maupun benda yang lainnya yang menggunakan sabun cuci.

Selain digunakan untuk membersihkan toilet, masih banyak orang yang beranggapan dengan membuang air sabun bekas cucian akan membuat toilet menjadi wangi.

Jangan Buang Air Bekas Cucian Pada Toilet
Jangan Buang Air Bekas Cucian Pada Toilet

Jika memang air bekas cucian bisa membuat toilet lebih gampang dibersihkan dan membuat baunya lebih harum, lalu kenapa Anda harus menghindari hal tersebut?

Sebetulnya akibatnyalah yang menjadi masalah sehingga Anda harus berpikir dua kali untuk membuang air bekas cucian pada toilet, yaitu bisa membuat septic tank cepat penuh.

Septic tank adalah kolam atau bak yang digunakan sebagai tempat atau wadah untuk membuang kotoran yang berasal dari toilet. Terlalu cepat penuh bukan karena kotorannya yang memang telah banyak tertampung pada septic tank, tetapi busa yang ditimbulkan dari air bekas cucianlah yang membuatnya cepat penuh.

Mengapa demikian?

Busa sabun dapat mengangkat serpihan – serpihan kotoran di dalam septic tank. Dengan begitu septic tank akan dipenuhi serpihan kotoran bercampur busa yang ditimbulkan dari air bekas cucian.

Sehingga apabila hal itu terjadi setiap hari maka tidak akan membutuhkan waktu yang lama bagi kotoran – kotoran di dalam septic tank untuk mencapai permukaan.

Nah itulah akibat yang ditimbulkan dari air bekas cucian yang Anda buang ke toilet maka jangan buang air bekas cucian pada toilet.

Jika hendak membersihkankan toilet sebaiknya gunakan saja cairan atau produk yang memang diciptakan untuknya. Sehingga toilet atau wc menjadi bersih dan sehat, namun tidak menimbulkan permasalahan seperti yang telah terurai di atas.

Ke mana membuang air bekas cucian ? greywater mesti diolah

Berbeda dengan blackwater (limbah tinja), greywater (air bekas cucian, limbah dari dapur, limbah bekas mandi) jika blackwater dibuang ke septic tank maka sebaliknya membuang air bekas cucian pada toilet dilarang karena dapat membunuh bakteri pengurai yang dibutuhkan septic tank yang nantinya akan membuat septic tank cepat penuh. Karena itu, diperlukan pengolahan khusus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak.

Umumnya, orang membuang limbah greywater langsung ke selokan yang ada di depan rumah, tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, sungai yang menjadi tempat bermuaranya selokan akan tercemar; warnanya menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk. Selain bisa menyebabkan ikan – ikan mati, zat – zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Coba tengok pengalaman di kota London tahun 1848 dan 1853. Kala itu terjadi wabah kolera yang menewaskan 10.000 penduduk di sekitar Sungai Themes. Usut punya usut, ternyata wabah itu disebabkan Sungai Themes tercemar limbah rumah tangga.

Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran greywater adalah dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan.

Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda.

Instalasi SPAL terdiri dari dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap lemak, dan ruang untuk menangkap pasir.

Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu koral yang berfungsi untuk menyaring zat – zat pencemar yang ada dalam greywater.

Cara kerja instalasi sistem air limbah

Air bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak karena berat jenisnya lebih ringan akan mengambang di ruang penangkap lemak.

Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengah-tengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa batu koral dan batok kelapa.

Beberapa kompleks perumahan seperti Lippo Karawaci dan hampir semua apartemen yang ada di Jakarta sudah memiliki instalasi pengolahan limbah greywater sendiri, yang cangih dan modern. Limbah greywater yang sudah diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mencuci barang – barang, dan untuk mencuci kendaraan. Di Singapuran dan beberapa Negara maju, greywater bahkan diolah lagi dan dijadikan air minum.

Itulah pembahasan mengenai alasan jangan buang air bekas cucian pada toilet, jika Anda pernah melakukannya mulai sekarang jangan dilakukan lagi ya! Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *