Penyebab air kencing berbusa dan cara mengobati kondisi urin tidak wajar

Kenali penyebab air kencing berbusa dan cara mengobatinya. Masalah ketika buang air kecil atau kencing pada sebagian orang dapat menjadi tanda dari suatu penyakit. Salah satu kondisi yang kerap terjadi pada anak – anak ataupun orang dewasa yaitu kondisi urine atau kencing berbusa. Kencing berbusa adalah kondisi di mana urine yang dikeluarkan memiliki busa yang lebih banyak daripada biasanya. Pada umumnya urin mengandung sedikit busa sebab mengandung zat – zat kimia seperti zat buih dan protein.

Tetapi, jika busa dalam urine terlihat lebih banyak dan lebih tahan lama, hal seperti ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang terjadi pada diri Anda. Untuk itu, pastikan Anda memperhatikan dengan seksama setiap kali buang air kecil. Apabila merasa sakit pada pinggul periksakan ke petugas medis atau dokter. Berikut beberapa penyebab dan pertanda penyakit yang mungkin terkait dengan urin atau kencing berbusa dilansir dari Healthline.

Penyebab Air Kencing Berbusa Dan Cara Mengobati
Penyebab Air Kencing Berbusa Dan Cara Mengobati
Penyebab air kencing berbusa

Selain disebabkan oleh kandung kemih yang penuh, ada beberapa beberapa kondisi yang juga menjadi penyebab air kencing berbusa, di antaranya:

  1. Dehidrasi

Air kencing berbusa bisa menjadi salah satu tanda dehidrasi yang perlu segera diatasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, kadar air dalam urine jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kadar garam, gula, dan protein. Hal ini bisa mengakibatkan air kencing menjadi berbusa.

Selain urine berbusa, kondisi ini biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti sering merasa haus, tubuh terasa lemas, mulut dan bibir tampak kering, serta urine berwarna lebih pekat dan berbau menyengat.

  1. Infeksi saluran kemih

Penyakit Infeksi saluran kemih (ISK) bisa terjadi pada bagian atas saluran kemih seperti ginjal dapat menyebabkan adanya busa dalam urin. Hal ini disebabkan oleh kehadiran bakteri yang menginfeksi saluran kemih dan menghasilkan zat buih.

  1. Efek samping obat – obatan

Konsumsi obat – obatan tertentu, seperti phenazopyridine untuk menangani infeksi saluran kencing, lithium untuk mengobati gangguan bipolar, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), juga dapat menyebabkan air kencing berbusa.

Meski demikian, urine berbusa yang disebabkan oleh obat – obatan umumnya dapat menghilang dengan sendirinya bila pengobatan sudah selesai atau dihentikan.

  1. Ejakulasi retrograde

Kondisi air kencing berbusa juga dapat disebabkan oleh ejakulasi retrograde, yaitu kondisi ketika air mani tidak keluar melalui penis saat ejakulasi, melainkan masuk ke dalam kandung kemih. Hal ini membuat urine tampak keruh dan berbusa saat buang air kecil.

  1. Diabetes

Penyebab air kencing berbusa juga menandakan bahwa terdapat indikasi diabetes. Pada diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan ginjal kelebihan bekerja dan membuang glukosa ke dalam urin.

Keberadaan glukosa dalam urin bisa menyebabkan kencing berbusa. Tentu, konsultasikan untuk melakukan pengecekan kadar gula darah untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

  1. Proteinuria atau ginjal bocor

Munculnya air kencing berbusa juga bisa menjadi salah satu gejala proteinuria atau kadar protein yang tinggi dalam urine. Tingginya kadar protein pada urin ini bisa menjadai tanda awal adanya masalah pada ginjal.

Pada kondisi umumnya, urin mengandung protein dalam jumlah yang sangat sedikit. Namun, akibat kerusakan yang terjadi pada ginjal, ginjal tidak mampu untuk menyaring atau menyerap protein kembali ke dalam darah. Protein yang keluar bersama urine ini akan bereaksi dengan udara sehingga menimbulkan busa.

Selain beberapa penyakit air kencing berbusa di atas, ada beberapa penyakit yang juga diduga bisa memicu kondisi ini, seperti infeksi saluran kencing, multiple myeloma, penyakit hati, dan penyakit celiac.

Cara mengobati urin berbusa

Dalam mengobati kencing berbusa, terlebih jika itu merupakan gejala yang berkepanjangan atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Disarankan untuk mengikuti langkah – langkah berikut ini:

  • Minum cukup air: Memastikan Anda terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air setiap hari juga dapat membantu mengurangi kencing berbusa. Air yang cukup dapat membantu membersihkan ginjal dan mengurangi kemungkinan terbentuknya busa berlebihan dalam urin.
  • Hindari faktor pemicu: Beberapa faktor seperti stres, kelelahan, atau konsumsi alkohol dapat memperburuk kencing berbusa. Hindari faktor – faktor pemicu tersebut jika memungkinkan untuk membantu mengurangi gejala kencing berbusa.
  • Berkonsultasi dengan dokter: Jika Anda mengalami kencing berbusa yang tidak biasa atau mengkhawatirkan, langkah pertama yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes yang diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
  • Mengelola penyakit penyebab: Jika kencing berbusa disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari, seperti proteinuria atau infeksi saluran kemih, pengobatan penyakit tersebut akan membantu mengatasi kencing berbusa. Mengikuti rekomendasi dan pengobatan yang diresepkan oleh dokter adalah penting untuk mengelola kondisi tersebut.
  • Mengatur pola makan: beberapa kondisi seperti diabetes atau gangguan ginjal bisa mempengaruhi kandar protein dalam urin. Mengubah pola makan dengan mengurangi asupan makanan yang tinggi protein, seperti produk susu dan daging merah, serta memperbanyak mengonsumsi makanan sehat seperti biji – bijian dan sayuran, dapat membantu mengurangi kencing berbusa.

Penanganan yang tepat sangatlah dibutuhkan guna mencegah kondisi memburuk atau komplikasi lebih lanjut, oleh sebab itu, jika Anda mengalami penyebab air kencing berbusa yang disertai dengan gejala lain seperti yang sudah disampaikan di atas, alangkah baiknya jika segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *