Jenis dinding ruangan paling banyak digunakan!
Hampir semua orang pastinya menginginkan sebuah rumah impian yang nyaman dan aman untuk digunakan, dengan lokasi strategis, desain minimalis modern dan beberapa penggunaan elemen dekorasi yang elegan.
Tidak hanya lantai ruangan, plafon ataupun furniture untuk mewujudkan sebuah hunian idaman Anda juga perlu memperhatikan dari segi material dinding ruangan yang akan digunakan.
Dinding sendiri merupakan salah satu elemen penting yang wajib Anda perhitungkan, selain berfungsi sebagai pembatas ruangan namun berguna juga untuk keamanan, kenyamanan dan sekaligus penambah nilai estetika.

Terlebih lagi pemilihan konsep desain ruangan dan material dinding dapat memperindah tampilan rumah menjadi lebih indah.
Maka dari itu, untuk Anda yang masih kebingungan menentukan jenis dinding rumah yang akan digunakan. Tidak perlu khawatir, dibawah ini terdapat beberapa solusi pilihan yang dapat Anda pakai.
Rekomendasi jenis – jenis dinding rumah minimalis modern
Terdapat beberapa jenis dinding ruangan yang paling rekomendasi diaplikasikan pada model bangunan minimalis modern, terutama untuk tempat tinggal. Diantaranya :
- Jenis dinding kayu lambersering
Salah satu model dinding rumah yang bisa Anda terapkan didalam ruangan antara lain yaitu jenis dinding kayu lambersering.
Meskipun dari segi harga relatif mahal dan penggunaannya sendiri di Indonesia masih tergolong jarang, namun hal tersebut bisa Anda manfaatkan untuk menjadi pembeda dengan rumah tetangga.
Adanya beberapa faktor yang menjadikan dinding kayu minimalis ini harganya tergolong mahal karena terbuat dari olahan kayu solid bermutu tinggi seperti kayu jati, bengkirai, merbabu, keruing dan kayu ulin.
Desain dari dinding kayu lambersering ini cocok diaplikasikan pada jenis bangunan apapun, apalagi jika dipakai untuk hunian, villa, hotel, studio musik, area perkatoran dan lain sebagainya.
- Jenis dinding batu bata merah
Salah satu jenis dinding rumah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat indonesia adalah menggunakan batu bata merah.
Batu bata merah ini terbuat dari bahan tanah liat yang dicetak persegi panjang, kemudian di jemur hingga kering sebelum dibakar hingga warna menjadi kemerahan.
Terdapat beberapa faktor keunggulan mengapa orang – orang memilih dinding batu bata merah ini, karena minim perawatan, tahan terhadap api, kokoh, mampu membuat ruangan sejuk dan harganya terjangkau.
- Jenis dinding ruangan batako
Penggunaan batako tidak kalah saing dengan batu bata merah, sebagian besar rumah di Indonesia menggunakan dinding berbahan batako.
Alasannya karena batako ukurannya lebih besar ketimbang batu bata merah sehingga mudah diaplikasikan dan prosesnya cepat, bobotnya juga lebih ringan, harganya tergolong ekonomis, kuat dan awet tetapi menyimpan panas.
Namun disisi lain, terdapat juga beberapa poin kekurangan batako ini yang menjadi kurang suka oleh sebagian orang diantaranya, batako menyimpan panas sehingga membuat ruangan terasa pengap dan panas.
Selain itu, dinding batako juga relatif rentan rusak atau tembok retak jika terjadi guncangan sehingga kurang aman jika terjadi gempa besar.
- Jenis dinding batu bata ringan atau hebel
Material batu bata hebel atau kerap disapa batu bata ringan karena bobotnya yang enteng, terbuat dari campuran bahan pasir kuarsa, gypsum, air, semen, batuan kapur dan aluminium bubuk.
Penggunaan model dinding berbahan baku hebel atau batu bata ringan ini menjadi solusi dinding rumah anti gempa, karena strukturnya yang kokoh dan awet. Selain itu mampu menyerap panas seperti batu bata merah.
Bobotnya yang ringan memudahkan proses instalasi pemasangan sehingga hasil akhirnya terlihat rapi. Namun pemasangan dinding bata hebel ini tidaklah mudah, pasalnya membutuhkan perekat dan cat khusus untuk melindungi dari air.
Harga material batu bata hebel atau bata putih ini dipasaran tergolong mahal ketimbang harga batu bata merah. Tetapi sebanding dengan kualitasnya.
- Jenis dinding GRC
Jenis dinding ruangan selanjutnya GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) merupakan salah satu jenis bahan baku konstruksi bangunan yang sering kali dipergunakan sebagai penutup atap plafon dan dinding.
Bahan dasar pembuatan dari material dinding GRC ini merupakan kombinasi antara bahan semen yang dicampur dengan bahan fiberglass.
Kelebihan memakai jenis dinding berbahan GRC ini antara lain bobotnya ringan tetapi kuat dan awet, tahan terhadap cuaca serta dapat dibentuk sesuai desain atau keinginan pemilik rumah.
Harga papan lembaran GRC ini tergolong murah, tergantung jenis dan ukuran ketebalannya. Mulai dari Rp. 50.000 per lembar hingga Rp. 300.000 per lembar.
- Model dinding kaca
Pemakaian jenis dinding kaca ini biasanya dipergunakan untuk kebutuhan pencahayaan alami dari sinar matahari yang maksimal.
Selain itu dinding kaca juga sering kali menjadi solusi sebagai sekat ruang minimalis dan menambah nilai estetika.
Jenis dinding rumah kaca bisa dipasang dengan berbagai cara dan model. Seperti ditanam di lantai atau diterapkan dengan kusen sehingga bisa dibuka atau digeser.
Meskipun sangat cocok untuk diaplikasikan pada desain rumah minimalis modern, tetapi penggunaan jenis dinding kaca ini cukup beresiko seperti retak sampai pecah. Selain itu juga harganya cenderung sedikit lebih mahal.
Jadi mau pilih yang mana? Cukup sekian mengenai pembahasan kita kali ini mengenai jenis – jenis dinding ruangan paling banyak digunakan, semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat ya. Terimaksih sudah membaca artikel ini sampai akhir.
