Selain kurang serat apa saja penyebab terjadinya sembelit?
Sembelit atau susah buang air besar merupakan masalah kesehatan umum yang pernal dialami oleh banyak orang, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Penyebab utamanya masih belum diketahui secara pasti. Namun, pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan yang minim gizi dan kurang asupan serat dipercaya menjadi penyebab sembelit yang paling sering.
Selain kurang mengonsumsi makanan berserat, masih ada beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab sembelit. Mari, cari tahu di sini supaya Anda bisa mencegah sembelit.
Sembelit atau yang dalam bahasa medis disebut juga konstipasi, terjadi ketika frekuensi buang air besar menjadi berkurang. Sebetulnya tidak ada patokan pasti mengenai berapa kali normalnya seseorang harus buang air besar dalam sehari atau seminggu, sebab frekuensi buang air besar tiap orang bisa berbeda – beda.

Sebagian orang buang air besar sebanyak 1 sampai 2 kali seminggu, tapi ada juga yang buang air besar sampai tiga kali dalam satu hari. Namun, Anda bisa dikatakan mengalami sembelit jika tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari atau frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Lalu, apa saja kondisi lain selain kurang serat yang menjadi penyebab sembelit?
- Gaya hidup tidak sehat
Selain kurang serat, kurang minum juga bisa memicu terjadinya sembelit. Perubahan pola makan, seperti diet atau terlalu banyak mengonsumsi produk olahan susu juga bisa menyebabkan susah buang air besar. Tidak hanya itu, gangguan makan juga ikut berpengaruh terhadap terjadinya sembelit. Malas berolahraga dan kurang aktif bergerak juga bisa memicu konstipasi.
- Kehamilan
Sembelit atau susah buang air besar juga menjadi masalah kesehatan yang sering dialami oleh ibu hamil. Sekitar 40 persen wanita hamil mengalami sembelit selama masa kehamilan, terutama pada masa awal kehamilan. Ini sebab selama kehamilan, tubuh wanita memproduksi lebih banyak hormon progesterone yang efeknya dapat mengendurkan otot, sehingga akan menyulitkan otot usus untuk berkontraksi. Yang akibatnya, ibu hamil menjadi susah buang air besar.
- Suka menunda buang air besar
Tidak sedikit orang dewasa maupun anak – anak yang sering menunda buang air besar, entah karena malu atau tidak sempat. Namun, tahukah Anda bahwa menunda – nunda buang air besar ketika ada desakan untuk melakukannya, justru bisa menjadi penyebab sembelit. Jadi, sebaiknya bersegeralah menjawab “panggilan alam” ini.
- Mengidap penyakit tertentu
Meskipun jarang terjadi, tapi sembelit juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, seperti diabetes, sindrom iritasi usus besar, radang usus, kanker usus besar atau dubur, hiperkalemia atau kelebihan kalsium dalam darah, kelenjar tiroid yang kurang aktif, sampai kelainan saraf, misalnya pada multiple sclerosis, penyakit parkinson, dan stroke.
- Efek samping obat – obatan
Mengonsumsi obat – obatan tertentu juga bisa menimbulkan efek samping berupa susah buang air besar. Obat – obatan tersebut, antara lain suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat untuk epilepsi, obat – obatan diuretik, antidepresan, antipsikotik, dan obat pereda nyeri golongan narkotik, seperti kodein dan morfin. Selain itu, obat untuk mengatasi gangguan pencernaan, misalnya antidiare serta konsumsi obat laksatif juga bisa menyebabkan konstipasi.
- Masalah psikologis
Tidak hanya bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang ada di dalam tubuh saja, masalah pisikis juga dapat menyebabkan susah buang air besar. Misalnya, stress, kecemasan, kebanyakan pikiran, trauma kekerasan, ataupun pelecehan seksual.
Nah, itulah beberapa penyebab sembelit lainnya selain kurang serat yang juga mesti Anda waspadai. Untuk mengatasi sembelit ini, Anda bisa meminum obat pencahar yang tentunya harus atas rekomendasi dokter.
